Bayi rewel dan menangis bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti mengantuk, lapar, ruam, tidak nyaman dan lain sebagainya. Rewel ini biasanya terjadi di sore atau malam hari. Kondisi rewel bayi tentu membuat para orang tua cemas, apalagi jika si kecil tak kunjung tenang setelah mencoba beberapa cara. Namun faktanya, kondisi bayi yang rewel hampir dialami oleh semua bayi, terutama bayi baru lahir.

Apa Saja Penyebab Bayi Rewel?

  • Lapar

Penyebab paling umum yang menyebabkan bayi rewel ialah kelaparan. Ciri bayi rewel karena lapar dengan melihat tanda-tanda lapar seperti menggerakkan tangan ke mulut atau menampar bibir.

Anda sebaiknya melakukan jadwal rutin makan atau waktu menyusui supaya bayi tidak kelaparan. Umumnya, periode pemberian makan ini ialah 2 hingga 2 ½ jam dari awal satu kali menyusui ke yang berikutnya.

  • Kelelahan

Bayi yang lelah akan menjadi bayi yang sangat rewel. Jika dia menggosok matanya atau Anda mengetahui rutinitas tidurnya tidak sesuai jadwal, maka segeralah istirahatkan lalu ajak ia tidur.  Buat si kecil merasa nyaman dengan mengayun-ayunkan. Terkadang gerakan, getaran, atau sedikit kebisingan latar bisa membantu ia menjadi rileks dan tertidur.

  • Ruam Popok

Jika Anda merasa kesulitan menenangkan bayi yang rewel, maka cobalah untuk memeriksa popoknya. Karena bisa jadi si kecil mengalami ruam popok. Saat terjadi ruam popok maka kulit bayi akan meradang. Hal ini terjadi karena popok jarang diganti sehingga bisa menyebabkan gesekan antara kulit sensitif, popok dan kotoran.

Untuk bayi yang mengalami ruam popok kronis walaupun sering mengganti popok, alergi terhadap lateks atau bahan popok perlu dipertimbangkan. Untungnya ada popok bayi paling bagus dari merries yang dapat melindungi si kecil dari ruam popok.

  • Sedang Tidak Nyaman

Rasa tidak nyaman menjadi penyebab bayi rewel atau susah tidur. Saat bayi tidak nyaman, maka bisa membuatnya menjadi lebih rewel dan mudah menangis dibandingkan biasanya.

Ketidaknyaman ini bisa disebabkan oleh popok yang sudah penuh sehingga sebaiknya segera diganti. Selain itu, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin juga membuat si kecil menjadi tidak nyaman maka menjadi menangis.  Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengganti popoknya secara berkala serta menjaga suasana hati agar tidak rewel.

  • Sariawan

Sariawan mulut terjadi saat infeksi jamur hadir di dalam mulut, dan merupakan penyebab umum bayi rewel. Sariawan terjadi saat akumulasi jamur candida menumpuk di dalam dan sekitar mulut.

Kemudian, sariawan bisa menyebabkan masalah saat makan dan mengganggu rutinitas sehari-hari lainnya. Selain bayi yang menjadi rewel, sariawan pada si Kecil juga mempunyai gejala berikut:

Bercak putih di dalam mulut

Kulit pecah-pecah di sekitar mulut

Ketidaknyamanan ketika menyusui

  • Sakit perut

Jika si Kecil mengalami sakit perut, kemungkinan besar si kecil akan menangis lebih dari biasanya. Sakit perut pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan tidak boleh diabaikan.  Beberapa penyebab umum sakit perut bayi seperti :

  • Gas
  • Sensitivitas makanan
  • Refluks asam
  • Menahan diri dari menangis

Jika si Kecil mengalami gangguan pencernaan sehingga membuat bayi tidak nyaman dan rewel. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggendong bayi Anda di lengan dengan tubuh bersandar di sisi kiri. Lalu gosok punggungnya dengan lembut.

  • Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi bisa menjadi penyebab bayi rewel. Jika Anda memperhatikan bahwa dia ingin mengunyah semuanya, atau jika dia menolak makan makanan yang dia sukai, maka hal-hal ini dapat menjadi indikasi tumbuh gigi.

Bayi yang rewel disebabkan oleh gigi geraham merasa tidak nyaman, sebab gigi tidak tajam seperti gigi seri, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menembus gusi.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *