Diafragma Spring adalah sebuah kopling yang memiliki bentuk diafragma pada pegas penekannya. Fungsi dari pegas ini adalah untuk mengurangi kekurangan-kekurangan yang ada pada pegas jenis spiral.

Pada kopling jenis diafragma spring bentuk pegas berbentuk seperti piringan yang menyerupai sirip karena banyaknya lubang-lubang pada bagian tengah.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang diafragma Spring, berikut adalah penjelasan kopling jenis ini untuk anda.

Pengertian Diafragma Spring

Seperti dijelaskan sebelumnya, Kopling jenis diafragma string adalah sebuah kopling yang memiliki pegas penekan berbentuk bilah atau diafragma.

Cara kerja kopling jenis diafragma ini mirip seperti pegas coil, yakni, ketika pedal kopling ditekan, maka release bearing akan didorong oleh release form sehingga diafragma spring juga akan melakukan dorongan pada plate pressure.

Kelebihan Diafragma Spring

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kopling jenis diafragma spring. Diantara kelebihannya adalah:

  • Tekanan pada plat lebih rata jika dibandingkan dengan tekanan pegas coil
  • Kopling yang seimbang ketika sekeliling permukaan rata
  • Tenaga untuk mengoperasikan kopling kecil dan ringan
  • Jumlah komponen lebih sedikit dibandingkan pegas coil
  • Diafragma spring memerlukan axial yang kecil
  • Memiliki tenaga yang seimbang ketika ada pada kecepatan tinggi.

Kekurangan Diafragma Spring

Selain kelebihan, diafragma spring tentu saja juga memiliki kekurangan. Diantara kekurangan diafragma spring adalah:

  • Bentuk kontruksi kopling lemah
  • Kurang responsif dan kinerjanya lambat
  • Lebih cocok digunakan kendaraan ringan

Fungsi Kopling

Setelah membahas tentang kopling diafragma spring. Anda juga perlu tahu tentang fungsi kopling secara umum. Diantara fungsi kompling adalah:

  • Komponen yang dapat mempermudah perpindahan gigi transmisi
  • Berfungsi sebagai pemutus sekaligus penghubung transmisi ke putaran mesin
  • Berfungsi untuk membuat mobil berhenti walaupun mobil dalam kondisi hidup
  • Membuat mobil bisa berjalan mulus ketika pertama kali dijalankan
  • Menghentikan mobil tanpa harus ada dalam posisi gigi netral.

Komponen Kopling

Sebagai tambahan pengetahuan, anda perlu tahu komponen komponen pada kopling secara lengkap. Diantaranya adalah:

Pedal Kopling

Pedal kopling adalah komponen kopling yang digunakan untuk mengatur tekanan kopling. Letak pedal kopling ada di bagian bawah setir mobil sebelah kiri.

Master Silinder Kopling Bawah dan Atas

Bagian komponen ini memiliki fungsi untuk meneruskan tekanan dari kopling sampai menuju ke fork kopling atau garpu pembebas.

Bagian master silinder atas akan mengirimkan tekanan ke silinder bawah sebelum nantinya diteruskan ke fork kopling.

Actuator Cylinder

Fungsi bagian ini mirip seperti master silinder. Hanya saja tekanan yang berasal dari kopling akan diubah oleh actuator Cylinder menjadi gerak mekanis yang langsung dikirimkan ke release bearing.

Selang Kopling

Selang kopling adalah bagian kopling yang menjadi penghubung antara minyak kopling dengan master silinder. Selang kopling biasanya memiliki bentuk yang lentur atau fleksibel.

Pelat Kopling

Pelat kopling adalah bagian paling pneting dalam kopling. Hal ini dikarenakan bagian ini berfungsi sebagai penerus perputaran mesin dari roda hingga nantinya sampai input shaft transmisi.

Ada beberapa bagian yang dimiliki oleh plat kopling, diantaranya adalah kampas kopling, paku keling, clutch hub, cushion plate dan juga torsion dumper.

Nah itulah penjelasan tentang diafragma spring. Jika anda belum memahami penjelasan ini. Silahkan untuk mengunjungi situs montiro.id untuk informasi tentang perkoplingan lebih lanjut.

Selain melihat berbagai informasi yang berhubungan dengan dunia otomotif. Di montiro.id anda bisa melakukan pemesanan tenaga ahli perbengkelan jika misalnya mobil anda mengalami kerusakan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *