Gaya

Kebiasaan kala Pandemi yang Bikin Kulit Kering

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap 12 November. Berbicara tentang kesehatan, kulit sangat penting karena memiliki peran sebagai pelindung tubuh bagian terluar dan terluas.

Kulit sehat ditandai dengan kelembaban yang terjaga sehingga tidak menimbulkan kulit kering atau kresek. Pada dasarnya, kulit kering karena kelembaban yang berkurang. Semakin bertambah umur, persentase kulit kering akan semakin meningkat sehingga dapat dialami oleh semua usia, dari anak-anak hingga lansia.

Selain faktor usia, ada faktor luar yang dapat memicu kulit menjadi kering. Seperti yang kita tahu, pandemi Covid-19 sudah berjalan dua tahun. Banyak kebiasaan kala kenormalan baru yang dilakukan selama pandemi ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan kulit.

“Dari tahun 2009 hingga 2020, penyakit kulit meningkat hampir dua kali lipat akibat kebiasaan baru. Berbagai masalah kulit dikeluhkan selama pandemi, yang paling banyak adalah kulit kering,” ujar spesialis kulit dan kelamin Arini Astasari Widodo dalam webinar #AntiKresekKresek yang diadakan Zen Antibacterial, Jumat, 12 November 2021.

Sebuah penelitian di Yogyakarta menemukan fakta selama pandemi frekuensi mencuci tangan meningkat. Yang paling sering adalah cuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer. Ini menjadi perhatian karena harus memilih sabun yang cukup lembut untuk mencuci tangan.

Tidak hanya itu, mandi dengan sabun yang keras juga memicu kulit menjadi kering. Hal ini terjadi karena lemak di lapisan kulit paling atas hilang atau rusak. Padahal, lemak berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit. Selain itu, frekuensi mandi yang terlalu sering atau dengan air hangat juga dapat membuat kulit menjadi lebih sering.

Pandemi juga membuat kita wajib mengenakan masker jika berada di luar ruangan. Hal ini membuat kita malas minum air.

“Hidrasi kulit yang rendah memicu kulit kering menjadi lebih mudah terjadi,” ucap Arini.

Aktivitas yang dilakukan juga dapat memicu risiko masalah kulit. Lebih sering berada di rumah membuat kelenjar minyak dan keringat menjadi lebih rendah serta suhu ruangan juga akan mempengaruhi kelembaban lingkungan sehingga memicu kulit kering.

“Kulit kering sebenarnya tidak bisa dilihat secara langsung namun bisa dirasakan. Ketika kulit menjadi lebih sensitif akan menimbulkan rasa gatal, tampak merah, atau tertarik pada area wajah, dan tampak bersisik,” kata Arini.

ANDINI SABRINA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.